
Pertumbuhan bisnis café dan restoran di Indonesia tergolong agresif dalam beberapa tahun terakhir. Tren konsumsi di luar rumah, budaya nongkrong, serta meningkatnya kelas menengah mendorong banyak pelaku UMKM kuliner untuk memperluas usahanya. Tidak sedikit café dan resto skala UMKM yang berhasil mencapai omzet mendekati Rp100 juta per bulan atau lebih, lalu mulai mempertimbangkan pembukaan cabang baru.
Namun, data menunjukkan bahwa tidak semua ekspansi berakhir sukses. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sektor makanan dan minuman sebagai salah satu penyumbang terbesar UMKM non-pertanian, tetapi tingkat keberlanjutan usaha masih menjadi tantangan utama. Salah satu penyebabnya adalah kesiapan internal yang tidak sebanding dengan laju pertumbuhan bisnis.
Ekspansi bukan hanya soal lokasi baru atau tambahan peralatan, tetapi juga peningkatan kompleksitas keuangan yang signifikan.
Masalah Umum Saat Café dan Resto Mulai Ekspansi
Pada fase awal, banyak café dan resto dikelola secara sederhana. Pemilik usaha masih bisa memantau penjualan, biaya, dan kas secara manual. Namun ketika bisnis mulai berkembang dan transaksi meningkat, pola lama sering kali tidak lagi memadai.
Kementerian Koperasi dan UKM mencatat bahwa lebih dari 70% UMKM di Indonesia belum memiliki pencatatan keuangan yang tertib dan terstandarisasi, sehingga kesulitan mengontrol kinerja usaha ketika skala bisnis membesar.
Pada café dan resto yang sedang ekspansi, masalah ini biasanya muncul dalam bentuk laba yang tidak konsisten, arus kas yang terasa semakin ketat, serta laporan keuangan yang sulit disatukan antar cabang.
Ekspansi Tanpa Sistem Keuangan yang Siap: Risiko Nyata
Ekspansi berarti menambah biaya tetap. Sewa lokasi baru, gaji karyawan tambahan, logistik bahan baku, hingga biaya promosi akan meningkat secara bersamaan. Jika tidak dikontrol dengan sistem yang baik, ekspansi justru dapat menggerus profit bisnis utama.
Penelitian di bidang akuntansi UMKM menunjukkan bahwa ketidaksiapan sistem keuangan menjadi salah satu faktor utama kegagalan ekspansi usaha kecil dan menengah, terutama di sektor makanan dan minuman. (Journal Al-Matani)
Tanpa laporan keuangan yang akurat dan konsisten, pemilik usaha sulit menilai apakah cabang baru benar-benar menghasilkan laba atau justru menjadi beban bagi bisnis secara keseluruhan.
Peran Software Akuntansi dalam Fase Ekspansi
Di sinilah software akuntansi berperan strategis. Untuk café dan resto yang sedang ekspansi, software akuntansi bukan lagi alat pembukuan, melainkan sistem pengendali bisnis.
Software akuntansi memungkinkan pencatatan transaksi dilakukan secara terstruktur dan konsisten di setiap cabang. Penjualan, pembelian bahan baku, biaya operasional, dan gaji karyawan tercatat dalam satu sistem yang terintegrasi. Dengan demikian, pemilik usaha dapat melihat gambaran keuangan bisnis secara menyeluruh, bukan sepotong-sepotong.
Pendekatan ini sejalan dengan konsep data-driven decision making. Dalam kajian Harvard Business Review, bisnis yang menggunakan data keuangan sebagai dasar pengambilan keputusan terbukti memiliki performa yang lebih stabil dan efisiensi operasional yang lebih baik.
Mengontrol Laba dan Arus Kas di Tengah Pertumbuhan
Salah satu tantangan terbesar dalam ekspansi café dan resto adalah menjaga arus kas tetap sehat. Banyak pelaku usaha terjebak pada euforia pembukaan cabang baru, tanpa benar-benar memahami dampaknya terhadap kas.
Penelitian pada UMKM kuliner menunjukkan bahwa biaya tidak tercatat seperti bahan baku terbuang, diskon, dan biaya kecil harian dapat menggerus hingga 10–20% pendapatan, terutama saat volume transaksi meningkat. (Journal Unesa)
Dengan software akuntansi, pemilik usaha dapat memantau arus kas secara real-time. Setiap pengeluaran dan pemasukan tercatat jelas, sehingga potensi kebocoran dapat segera terdeteksi sebelum menjadi masalah besar.
Laporan Keuangan: Fondasi Ekspansi yang Sehat
Ekspansi yang berkelanjutan membutuhkan laporan keuangan yang kredibel. Bank, investor, maupun mitra bisnis umumnya mensyaratkan laporan laba rugi, neraca, dan arus kas minimal 6–12 bulan terakhir sebagai dasar penilaian kelayakan usaha.
Selain itu pelaku usaha dengan laporan keuangan yang rapi dan konsisten memiliki peluang lebih besar dalam memperoleh pembiayaan formal dan mempercepat pertumbuhan usaha.
Software akuntansi membantu café dan resto menyiapkan laporan keuangan secara otomatis dan terstandarisasi, sehingga pemilik usaha tidak perlu lagi menyusun laporan secara manual ketika dibutuhkan.
Ekspansi Tidak Cukup Mengandalkan Penjualan
Banyak café dan resto telah memanfaatkan teknologi di sisi depan, seperti aplikasi pemesanan online dan pembayaran digital. Namun digitalisasi tanpa manajemen keuangan yang solid hanya menciptakan pertumbuhan semu.
Kementerian Koperasi dan UKM mencatat bahwa UMKM yang mengadopsi digitalisasi secara menyeluruh, termasuk sistem keuangan, mengalami peningkatan kinerja usaha hingga 26%, baik dari sisi pendapatan maupun efisiensi biaya.
Software akuntansi menjadi elemen penting agar pertumbuhan penjualan diikuti oleh pertumbuhan laba yang sehat.
Accountingplus.id: Mendukung Café dan Resto yang Siap Naik Kelas
Dalam fase ekspansi, café dan resto membutuhkan sistem keuangan yang praktis namun andal. Accountingplus.id hadir untuk membantu UMKM mengelola keuangan bisnis secara terstruktur tanpa kompleksitas berlebihan.
Accountingplus.id membantu mencatat transaksi harian, memantau arus kas, serta menyusun laporan keuangan yang mudah dipahami dan siap digunakan. Dengan sistem yang terintegrasi, pemilik usaha dapat fokus pada pengembangan brand dan operasional, tanpa kehilangan kendali atas angka-angka penting bisnis.
Kesimpulan: Ekspansi Butuh Kontrol, Bukan Sekadar Keberanian
Ekspansi café dan resto adalah langkah besar yang membuka peluang pertumbuhan, tetapi juga membawa risiko finansial yang tidak kecil. Tanpa sistem keuangan yang siap, pertumbuhan justru bisa menjadi beban.
Bagi UMKM kuliner dengan omzet mendekati Rp100 juta per bulan atau lebih, software akuntansi menjadi fondasi penting untuk:
- Mengontrol laba dan biaya di tengah pertumbuhan
- Menjaga arus kas tetap sehat
- Menyusun laporan keuangan yang kredibel
- Mengambil keputusan ekspansi berbasis data
Di tengah persaingan industri kuliner yang semakin ketat, keberhasilan ekspansi tidak hanya ditentukan oleh konsep dan lokasi, tetapi juga oleh ketepatan mengelola keuangan. Dan di titik inilah software akuntansi berperan sebagai penopang utama pertumbuhan bisnis café dan resto yang berkelanjutan.



