
Cara menghitung target penjualan yang paling umum digunakan UMKM adalah berdasarkan pertumbuhan historis, target laba, atau kapasitas pasar. Target penjualan berguna sebagai acuan operasional, dasar pengelolaan stok, dan tolok ukur evaluasi kinerja tim. Semakin akurat data penjualan yang dimiliki, semakin realistis target yang bisa disusun, dan software akuntansi seperti Accounting+ bisa menyediakan data historis itu secara otomatis.
Apa Itu Target Penjualan?
Target penjualan adalah angka atau volume penjualan yang ingin dicapai bisnis dalam periode tertentu, biasanya bulanan, kuartalan, atau tahunan. Target ini bisa dinyatakan dalam nilai rupiah (omzet) maupun jumlah unit terjual. Cara menghitung target penjualan yang baik selalu mempertimbangkan kondisi historis bisnis, kapasitas produksi, dan kondisi pasar, bukan sekadar angka ambisius tanpa dasar.
Target penjualan berbeda dari proyeksi penjualan. Proyeksi bersifat estimasi berdasarkan tren yang ada, sedangkan target adalah angka yang secara sengaja ditetapkan sebagai sasaran yang harus dikejar tim.
Manfaat Menghitung Target Penjualan bagi UMKM
Berikut manfaat utama memahami cara menghitung target penjualan secara tepat bagi bisnis Anda:
- Menjadi acuan operasional harian. Tim penjualan dan kasir punya arah yang jelas mengenai berapa banyak yang perlu terjual setiap hari atau minggu.
- Membantu perencanaan stok dan produksi. Target penjualan yang terukur memudahkan estimasi kebutuhan bahan baku atau stok barang, sehingga menghindari kelebihan atau kekurangan stok.
- Menjadi tolok ukur evaluasi kinerja. Pemilik usaha bisa menilai performa tim, produk, atau cabang tertentu dengan membandingkan realisasi terhadap target.
- Memudahkan perencanaan arus kas. Target penjualan yang jelas membantu memperkirakan kapan uang masuk, sehingga pengeluaran operasional bisa direncanakan lebih matang.
- Menjadi dasar negosiasi dengan investor atau bank. Target penjualan yang realistis dan berbasis data memperkuat proposal bisnis saat mengajukan pembiayaan.
Faktor yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Menghitung Target Penjualan
Sebelum masuk ke cara menghitung target penjualan, ada beberapa faktor yang wajib diperhitungkan agar target tidak meleset jauh dari kenyataan:
- Data penjualan historis: Tren penjualan 6-12 bulan terakhir sebagai dasar perhitungan.
- Musim atau siklus bisnis: Misalnya lonjakan permintaan saat Ramadan, akhir tahun, atau tahun ajaran baru.
- Kapasitas produksi dan operasional: Target tidak berguna jika stok atau tenaga kerja tidak mampu memenuhinya.
- Kondisi pasar dan kompetitor: Perubahan harga bahan baku, daya beli konsumen, atau strategi kompetitor.
- Anggaran pemasaran: Target yang lebih tinggi biasanya membutuhkan dukungan anggaran promosi yang sepadan.
Cara Menghitung Target Penjualan
Ada tiga metode yang paling umum dipakai UMKM dalam praktik cara menghitung target penjualan.
Metode 1: Berdasarkan Pertumbuhan Historis
Metode ini cocok untuk bisnis yang sudah berjalan minimal satu tahun dan punya data penjualan yang konsisten.
- Ambil data penjualan periode sebelumnya (misalnya omzet tahun lalu).
- Tentukan persentase pertumbuhan yang realistis (misalnya 15-20%, disesuaikan kondisi pasar).
- Kalikan omzet periode sebelumnya dengan (1 + persentase pertumbuhan).
Rumus: Target Penjualan = Omzet Periode Lalu × (1 + % Pertumbuhan)
Metode 2: Berdasarkan Target Laba
Metode ini dimulai dari laba yang ingin dicapai, lalu dihitung mundur menjadi target penjualan.
- Tentukan target laba bersih yang diinginkan.
- Hitung margin laba rata-rata dari penjualan (laba dibagi omzet).
- Bagi target laba dengan margin laba untuk mendapatkan target penjualan.
Rumus: Target Penjualan = Target Laba ÷ Margin Laba (%)
Metode 3: Berdasarkan Kapasitas Pasar (Bottom-Up)
Metode ini menghitung target dari bawah, berdasarkan jumlah transaksi harian yang realistis dikalikan rata-rata nilai transaksi.
- Hitung rata-rata jumlah transaksi per hari.
- Hitung rata-rata nilai transaksi (average order value).
- Kalikan keduanya, lalu kalikan dengan jumlah hari operasional dalam periode target.
Rumus: Target Penjualan = Rata-rata Transaksi Harian × Rata-rata Nilai Transaksi × Jumlah Hari Operasional
Contoh Perhitungan Target Penjualan
Misalnya sebuah usaha kuliner ingin menghitung target penjualan bulan depan menggunakan metode pertumbuhan historis:
- Omzet bulan lalu: Rp150.000.000
- Target pertumbuhan: 15%
- Target penjualan bulan depan = Rp150.000.000 × (1 + 0,15) = Rp172.500.000
Jika menggunakan metode bottom-up untuk usaha yang sama:
- Rata-rata transaksi per hari: 40 transaksi
- Rata-rata nilai transaksi: Rp145.000
- Jumlah hari operasional: 30 hari
- Target penjualan = 40 × Rp145.000 × 30 = Rp174.000.000
Kedua metode di atas menghasilkan angka yang cukup berdekatan, yang menandakan target tersebut cukup realistis untuk dikejar dalam satu bulan.
Kesalahan dalam Menetapkan Target Penjualan
Meski sudah memahami cara menghitung target penjualan, banyak pelaku usaha tetap terjebak kesalahan berikut:
- Menetapkan target hanya berdasarkan keinginan pemilik usaha, tanpa mempertimbangkan data historis.
- Tidak memperhitungkan musim atau siklus bisnis, sehingga target di bulan sepi disamakan dengan bulan ramai.
- Tidak memecah target tahunan menjadi target bulanan atau mingguan, sehingga sulit dipantau progresnya.
- Tidak mengevaluasi dan menyesuaikan target secara berkala ketika kondisi pasar berubah.
Kesimpulan
Memahami cara menghitung target penjualan membantu pelaku UMKM menyusun strategi bisnis yang lebih terukur, bukan sekadar mengejar omzet tanpa arah. Baik menggunakan metode pertumbuhan historis, target laba, maupun kapasitas pasar, kuncinya tetap sama: data penjualan yang akurat dan konsisten. Setelah target penjualan tersusun, langkah berikutnya adalah memantau realisasinya lewat laporan penjualan harian agar deviasi bisa cepat terdeteksi.
Accounting+ membantu proses ini dengan menyediakan data penjualan historis secara real-time, sehingga cara menghitung target penjualan tidak lagi mengandalkan tebakan atau catatan manual yang berantakan. Anda bisa fokus mengejar target, sementara datanya sudah tersaji rapi. Pelajari juga cara menyusun laporan keuangan bulanan untuk melengkapi evaluasi bisnis Anda.
FAQ Seputar Cara Menghitung Target Penjualan
Apa beda target penjualan dan proyeksi penjualan?
Dalam cara menghitung target penjualan, target adalah angka yang sengaja ditetapkan sebagai sasaran yang harus dikejar, sedangkan proyeksi penjualan adalah estimasi berdasarkan tren yang sudah ada tanpa unsur “keharusan mencapai”.
Berapa persentase pertumbuhan target penjualan yang realistis untuk UMKM?
Umumnya berkisar 10-20% per tahun, tergantung kondisi pasar dan kapasitas usaha. Angka ini sebaiknya disesuaikan dengan data historis masing-masing bisnis, bukan patokan umum semata.
Bagaimana cara menghitung target penjualan jika bisnis baru berjalan kurang dari setahun?
Gunakan metode bottom-up, yaitu menghitung dari rata-rata transaksi harian dan nilai transaksi, karena metode ini tidak bergantung pada data historis jangka panjang.
Baca Juga: Jurnal Memorial: Pengertian, Fungsi, Komponen, Contoh, dan Cara Mudah Membuatnya



