
Jurnal penyesuaian (adjusting journal entry) adalah pencatatan akuntansi yang dibuat pada akhir periode untuk menyesuaikan saldo akun-akun tertentu agar laporan keuangan mencerminkan kondisi keuangan bisnis yang sebenarnya.
Sederhananya: tidak semua transaksi terjadi dan tercatat di waktu yang bersamaan. Ada beban yang sudah terjadi tapi belum dibayar, ada pendapatan yang sudah diterima tapi jasanya belum diberikan. Jurnal penyesuaian hadir untuk “meluruskan” ketidaksesuaian ini.
Salah satu tujuan utama jurnal penyesuaian adalah mengubah transaksi berbasis kas menjadi metode akuntansi akrual (accrual basis), yaitu mengakui pendapatan pada periode perolehannya, bukan pada saat kas diterima (Uma)
Jenis-Jenis Jurnal Penyesuaian
Berikut jenis jurnal penyesuaian yang paling sering ditemui oleh pelaku UMKM:
1. Beban Dibayar di Muka (Prepaid Expense)
Beban yang sudah dibayar, namun manfaatnya baru akan dirasakan di periode mendatang.
Contoh: Anda membayar sewa toko Rp12.000.000 untuk 12 bulan di awal Januari. Di akhir setiap bulan, jurnal penyesuaian mencatat beban sewa sebesar Rp1.000.000.
| Akun | Debit | Kredit |
| Beban Sewa | Rp1.000.000 | — |
| Sewa Dibayar di Muka | — | Rp1.000.000 |
2. Pendapatan Diterima di Muka (Unearned Revenue)
Uang sudah diterima dari pelanggan, tetapi jasa atau produk belum diberikan.
Contoh: Pelanggan membayar paket jasa desain Rp6.000.000 untuk 3 bulan. Di bulan pertama, baru Rp2.000.000 yang boleh diakui sebagai pendapatan.
| Akun | Debit | Kredit |
| Pendapatan Diterima di Muka | Rp2.000.000 | — |
| Pendapatan Jasa | — | Rp2.000.000 |
3. Beban yang Masih Harus Dibayar (Accrued Expense)
Beban yang sudah terjadi, tetapi belum dibayarkan hingga akhir periode.
Contoh: Gaji karyawan bulan Desember sebesar Rp5.000.000 baru dibayar tanggal 5 Januari.
| Akun | Debit | Kredit |
| Beban Gaji | Rp5.000.000 | — |
| Utang Gaji | — | Rp5.000.000 |
4. Penyusutan Aset Tetap (Depreciation)
Setiap aset tetap, seperti mesin, kendaraan, atau peralatan, mengalami penurunan nilai setiap periode.
Contoh: Mesin produksi seharga Rp60.000.000 dengan umur ekonomis 5 tahun. Penyusutan per tahun = Rp12.000.000.
| Akun | Debit | Kredit |
| Beban Penyusutan | Rp12.000.000 | — |
| Akumulasi Penyusutan | — | Rp12.000.000 |
5. Pemakaian Perlengkapan (Supplies Used)
Perlengkapan yang telah terpakai selama periode akuntansi perlu dicatat sebagai beban.
Contoh: Saldo perlengkapan awal Rp500.000, sisa akhir Rp200.000. Maka perlengkapan terpakai = Rp300.000.
| Akun | Debit | Kredit |
| Beban Perlengkapan | Rp300.000 | — |
| Perlengkapan | — | Rp300.000 |
Cara Membuat Jurnal Penyesuaian: Langkah-Langkah Praktis
- Identifikasi akun yang perlu disesuaikan: Periksa neraca saldo sebelum penyesuaian.
- Tentukan jenis penyesuaian: Apakah termasuk beban dibayar di muka, akrual, penyusutan, atau lainnya.
- Hitung jumlah penyesuaian yang tepat berdasarkan periode berjalan.
- Catat jurnal dengan memastikan debit dan kredit seimbang.
- Pindahkan ke buku besar (posting) dan buat neraca saldo setelah penyesuaian.
- Susun laporan keuangan berdasarkan data yang sudah disesuaikan.
Jurnal penyesuaian biasanya dibuat di akhir periode akuntansi, bulanan, kuartalan, atau tahunan, sebelum penyusunan laporan keuangan dan sebelum jurnal penutup.
FAQ (People Also Ask)
1. Apa itu jurnal penyesuaian?
Jurnal penyesuaian adalah pencatatan akuntansi di akhir periode yang bertujuan menyesuaikan saldo akun agar laporan keuangan mencerminkan kondisi keuangan bisnis yang sebenarnya, sesuai prinsip akrual (accrual basis).
2. Kapan jurnal penyesuaian dibuat?
Dibuat di akhir periode akuntansi, bisa bulanan, kuartalan, atau tahunan, sebelum laporan keuangan disusun dan sebelum jurnal penutup dibuat.
3. Apa saja jenis jurnal penyesuaian yang umum digunakan UMKM?
Lima jenis yang paling umum: beban dibayar di muka, pendapatan diterima di muka, beban yang masih harus dibayar, penyusutan aset tetap, dan pemakaian perlengkapan.
Baca Juga: Jurnal Umum untuk Usaha Makanan dan Minuman



