
Bagi pemilik toko bangunan dengan omzet di atas Rp100 juta per bulan, mengelola perputaran dana adalah tantangan harian yang krusial. Karakteristik bisnis material konstruksi sering kali melibatkan transaksi tempo dalam jumlah besar, baik kepada kontraktor maupun pelanggan tetap. Tanpa pengawasan ketat, piutang yang macet dapat melumpuhkan kemampuan toko untuk melakukan restok barang ke supplier.
Memahami Pentingnya Melacak Hutang Piutang
Dalam ekosistem toko bangunan, hutang biasanya terjadi saat Anda mengambil barang dari supplier (hutang dagang), sedangkan piutang muncul saat pelanggan membeli material dengan sistem termin (piutang dagang). Tracking atau pelacakan adalah proses memantau saldo, jatuh tempo, dan riwayat pembayaran secara sistematis.
Mengandalkan catatan kertas atau ingatan sangat berisiko bagi bisnis dengan perputaran ratusan juta rupiah. Kesalahan pencatatan sedikit saja bisa berujung pada selisih saldo yang merugikan.
5 Cara Efektif Melacak Hutang Piutang
Berikut adalah langkah-langkah strategis untuk memastikan setiap rupiah terlacak dengan akurat:
1. Digitalisasi Data Melalui Aplikasi Pembukuan Toko
Langkah pertama yang harus dilakukan adalah meninggalkan pencatatan manual. Dengan aplikasi pembukuan toko, setiap kali terjadi transaksi kredit, saldo hutang atau piutang akan otomatis terupdate.
Anda tidak perlu lagi membongkar tumpukan kuitansi untuk mengetahui berapa total piutang seorang kontraktor. Sistem digital memastikan data tersimpan aman di cloud dan dapat diakses kapan saja.
2. Gunakan Fitur Laporan Umur Piutang (Aging Report)
Tidak semua piutang memiliki risiko yang sama. Anda perlu mengkategorikan piutang berdasarkan durasinya:
- 0-30 Hari: Piutang lancar.
- 31-60 Hari: Perlu diingatkan.
- Di atas 90 Hari: Piutang berisiko macet. Aplikasi pembukuan toko yang mumpuni menyediakan laporan ini secara otomatis, sehingga Anda bisa memprioritaskan penagihan pada piutang yang sudah mendekati atau melewati jatuh tempo.
3. Otomatisasi Notifikasi Jatuh Tempo
Salah satu alasan pelanggan terlambat membayar adalah karena lupa. Gunakan aplikasi pembukuan toko yang terintegrasi dengan sistem pengiriman pengingat otomatis (seperti WhatsApp atau Email). Mengirimkan pengingat profesional tiga hari sebelum jatuh tempo dapat meningkatkan persentase pembayaran tepat waktu hingga signifikan.
4. Rekonsiliasi Hutang Supplier secara Berkala
Selain menagih, Anda juga harus melacak hutang kepada supplier semen, besi, atau cat. Pastikan saldo hutang di aplikasi pembukuan toko Anda sama dengan catatan tagihan dari supplier. Dengan pencatatan yang rapi, Anda bisa mengambil diskon pembayaran awal (early payment discount) yang sering ditawarkan oleh distributor besar untuk menekan biaya modal.
5. Batasi Plafon Kredit Pelanggan
Untuk pemilik toko dengan omzet tinggi, memberikan kredit tanpa batas adalah langkah berbahaya. Tetapkan plafon (limit) kredit bagi setiap pelanggan di dalam aplikasi pembukuan toko. Jika piutang pelanggan sudah menyentuh batas maksimal, sistem akan secara otomatis memberikan peringatan atau memblokir transaksi kredit baru sampai pembayaran dilakukan.
Kesimpulan
Keberhasilan toko bangunan dengan omzet besar sangat bergantung pada seberapa disiplin Anda dalam melakukan tracking hutang piutang. Dengan menerapkan sistem digital, memantau umur piutang, dan menetapkan plafon kredit, Anda dapat meminimalisir risiko piutang tak tertagih.
Penggunaan aplikasi pembukuan toko yang tepat bukan hanya mempermudah pekerjaan administratif, tetapi juga menjadi benteng pertahanan bagi arus kas bisnis Anda.
FAQ Section (People Also Ask)
1. Apa itu aplikasi pembukuan toko dan fungsinya untuk hutang piutang?
Aplikasi pembukuan toko adalah perangkat lunak untuk mencatat transaksi keuangan secara digital. Fungsinya adalah mengotomatisasi pencatatan hutang dagang dan piutang pelanggan agar terpantau secara real-time dan akurat.
2. Bagaimana cara mengatasi piutang macet di toko bangunan?
Gunakan fitur Aging Report di aplikasi pembukuan toko untuk memantau umur piutang. Lakukan penagihan rutin melalui notifikasi otomatis dan tetapkan limit kredit bagi setiap pelanggan untuk membatasi risiko.
3. Mengapa pemilik toko bangunan omzet 100jt+ butuh aplikasi digital?
Pada skala omzet ini, volume transaksi sangat tinggi. Pencatatan manual rentan terhadap human error, selisih stok, dan piutang tak tertagih yang bisa mengancam kelangsungan arus kas.
Baca Juga: 3 Kesalahan Pengelolaan Stok & Aset Pada Toko Bangunan (+ Solusi)



