
Key Takeaways:
- ISAK 35 kini dikenal sebagai ISAK 335 dalam penomoran SAK Indonesia. Pengelola yayasan perlu memahami perkembangan standar dan merujuk pada ketentuan terbaru yang berlaku.
- Pencatatan SPP, donasi, hibah, dan pengeluaran operasional secara konsisten membantu yayasan menyiapkan informasi keuangan yang lebih terstruktur.
- Sistem keuangan digital dapat mendukung pencatatan dan pelaporan, tetapi kesesuaian laporan tetap bergantung pada data, kebijakan akuntansi, konfigurasi sistem, dan standar yang berlaku.
Yayasan pendidikan perlu mengelola dana secara transparan agar pengurus dapat mengevaluasi kondisi keuangan dan mempertanggungjawabkan penggunaannya. Penerimaan SPP, donasi, hibah, serta pengeluaran operasional membutuhkan pencatatan yang teratur dan bukti transaksi yang memadai.
Salah satu hal yang perlu dipahami pengelola adalah ISAK 35, istilah yang masih sering digunakan untuk merujuk pada interpretasi penyajian laporan keuangan entitas berorientasi nonlaba. Dalam penomoran SAK Indonesia saat ini, interpretasi tersebut dikenal sebagai ISAK 335.
Lalu, apa fungsi ISAK 335, bagaimana kaitannya dengan laporan keuangan yayasan, dan apa yang perlu diperhatikan pengelola dalam praktiknya?
Apa Itu ISAK 35 dan Mengapa Disebut ISAK 335?
ISAK 35 merupakan penomoran sebelumnya untuk interpretasi mengenai penyajian laporan keuangan entitas berorientasi nonlaba. Dalam penomoran SAK Indonesia, interpretasi tersebut kini dikenal sebagai ISAK 335: Penyajian Laporan Keuangan Entitas Berorientasi Nonlaba.
Interpretasi ini membantu entitas berorientasi nonlaba menyajikan informasi keuangan dengan mempertimbangkan karakteristik organisasinya. Informasi tersebut membantu pengurus memahami posisi keuangan, kinerja, serta arus kas untuk mendukung evaluasi dan pertanggungjawaban.
Pengelola perlu memahami bahwa perubahan penomoran tidak berarti ISAK 35 dan ISAK 335 merupakan dua standar yang berbeda secara otomatis. Penggunaan nama ISAK 335 mengikuti nomenklatur SAK Indonesia saat ini.
Apa Hubungan ISAK 335 dengan Standar Akuntansi Lain?
ISAK 335 berfokus pada penyajian laporan keuangan entitas berorientasi nonlaba. Interpretasi ini bukan panduan lengkap yang mengatur seluruh perlakuan akuntansi atas setiap transaksi yayasan.
Karena itu, pengelola perlu menentukan kerangka Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang sesuai dengan karakteristik dan kondisi pelaporan yayasan. Perlakuan terhadap transaksi tertentu tetap perlu mengikuti standar yang relevan, sedangkan penyajian laporan perlu memperhatikan ketentuan yang berlaku.
Pada 3 Juni 2026, Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK IAI) mengesahkan amendemen ISAK 335 untuk memperbarui rujukan dan contoh ilustratif agar selaras dengan PSAK 118. Pembaruan tersebut mencakup contoh penyajian laporan kinerja keuangan dan laporan arus kas.
Pengelola dapat membaca pengumuman resmi amendemen ISAK 335 dari IAI dan memeriksa dokumen standar yang relevan sebelum menerapkannya. Ringkasan artikel ini membantu memberikan pemahaman awal, tetapi tidak menggantikan standar resmi.
Siapa yang Perlu Memahami ISAK 35?
Pemahaman tentang ISAK 35 atau ISAK 335 relevan bagi pihak yang terlibat dalam pengelolaan dan pelaporan keuangan yayasan pendidikan, antara lain:
- Pengurus yayasan, yang mengevaluasi kondisi keuangan dan penggunaan dana.
- Bendahara dan staf keuangan, yang mencatat transaksi, memeriksa dokumen, dan menyiapkan laporan.
- Pimpinan unit pendidikan, yang memantau penerimaan serta pengeluaran operasional sekolah.
- Donatur dan pihak berkepentingan lainnya, yang membutuhkan informasi sesuai kepentingan dan ketentuan yang relevan.
Jika yayasan menaungi beberapa sekolah atau unit pendidikan, pengelola juga perlu memastikan setiap unit mengikuti prosedur pencatatan yang konsisten. Langkah ini membantu yayasan mengumpulkan data dan menyusun informasi keuangan secara lebih teratur.
Apa Saja yang Perlu Dipahami dalam Laporan Keuangan Yayasan?
Laporan keuangan membantu pengguna memahami kondisi dan aktivitas keuangan yayasan. Jenis laporan, format, serta pengungkapan yang diperlukan tetap mengikuti kerangka standar yang berlaku bagi entitas terkait.
Berikut lima jenis laporan yang perlu dipahami dalam konteks pelaporan keuangan.
1. Laporan posisi keuangan
Laporan ini menyajikan informasi tentang aset, liabilitas, dan aset neto pada tanggal pelaporan. Pengurus dapat menggunakannya untuk memahami sumber daya yang dimiliki yayasan serta kewajiban yang perlu dipenuhi.
2. Laporan kinerja keuangan
Laporan ini menyajikan informasi mengenai penghasilan dan beban selama periode tertentu. Informasi tersebut membantu pengurus mengevaluasi aktivitas keuangan yayasan, termasuk surplus atau defisit sesuai ketentuan penyajian yang berlaku.
3. Laporan perubahan aset neto
Laporan ini menjelaskan perubahan aset neto selama periode pelaporan. Pengguna dapat memahami bagaimana aktivitas keuangan mempengaruhi posisi aset neto yayasan.
4. Laporan arus kas
Laporan arus kas menyajikan pergerakan kas selama periode tertentu. Informasi ini membantu pengelola memantau sumber penerimaan dan penggunaan kas untuk mendukung kegiatan pendidikan.
5. Catatan atas laporan keuangan
Catatan atas laporan keuangan memberikan informasi tambahan untuk membantu pengguna memahami laporan utama, termasuk kebijakan akuntansi dan rincian lain yang relevan.
Pengelola perlu memeriksa ketentuan standar yang digunakan yayasan untuk memastikan jenis laporan, format, dan pengungkapannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Bagaimana Contoh Pencatatan Transaksi Yayasan Pendidikan?
Penyusunan laporan keuangan membutuhkan pencatatan transaksi yang konsisten dan dokumentasi yang memadai. Berikut contoh informasi yang perlu disiapkan dalam kegiatan operasional yayasan.
| Jenis transaksi | Informasi yang perlu dicatat |
| Penerimaan SPP | Tanggal, jumlah, unit pendidikan, dan bukti penerimaan |
| Penerimaan donasi atau hibah | Jumlah, sumber dana, dokumen pendukung, serta persyaratan penggunaan jika ada |
| Pembayaran listrik sekolah | Tanggal pembayaran, jumlah, periode tagihan, unit terkait, dan bukti pembayaran |
| Pembelian perlengkapan belajar | Rincian barang, jumlah pembayaran, unit penerima, dan bukti pembelian |
Data tersebut membantu pengelola menelusuri transaksi dan menyiapkan informasi untuk proses akuntansi. Namun, pencatatan awal tidak otomatis menentukan perlakuan akuntansi atau penyajian akhirnya.
Pengelola tetap perlu mengklasifikasikan transaksi berdasarkan sifatnya, memperhatikan kebijakan akuntansi yang berlaku, dan memeriksa kelengkapan dokumen sebelum menyusun laporan.
Apa Tantangan Yayasan dalam Menyiapkan Laporan Keuangan?
Yayasan dapat menghadapi kendala ketika transaksi bertambah atau pengelolaan keuangan melibatkan beberapa unit pendidikan. Beberapa tantangan yang umum ditemui meliputi:
- Data transaksi tersebar di berbagai dokumen atau spreadsheet.
- Setiap unit menggunakan kategori pencatatan yang berbeda.
- Bukti penerimaan dan pengeluaran belum tersimpan secara teratur.
- Staf membutuhkan waktu lebih lama untuk merekap dan memeriksa transaksi.
Yayasan dapat mengurangi kendala tersebut dengan menerapkan prosedur pencatatan yang seragam, menentukan penanggung jawab setiap transaksi, menyimpan bukti pendukung, dan memeriksa data secara berkala.
Pengelola juga perlu memastikan bahwa penerimaan dan pengeluaran tercatat secara lengkap. Jika yayasan menerima dana dengan persyaratan atau pembatasan penggunaan, dokumentasi perlu mendukung pemantauan dana tersebut sesuai ketentuan yang relevan.
Untuk mempelajari langkah operasionalnya, baca juga panduan Cara Mengelola Pemasukan dan Pengeluaran Lembaga Pendidikan.
Bagaimana Sistem Keuangan Digital Membantu Yayasan?
Sistem keuangan digital dapat membantu yayasan mencatat transaksi, mengelompokkan data, memantau penerimaan dan pengeluaran, serta menyiapkan informasi untuk pelaporan. Manfaatnya bergantung pada fitur, konfigurasi, dan prosedur yang diterapkan.
Bagi yayasan yang mengelola beberapa unit pendidikan, sistem yang sesuai dapat membantu menata data keuangan secara lebih terstruktur. Namun, pengelola tetap perlu memeriksa kelengkapan transaksi dan memastikan proses akuntansi mengikuti standar yang relevan.
Accounting+ dapat dipertimbangkan sebagai salah satu solusi pendukung pengelolaan keuangan lembaga pendidikan. Sebelum memilih sistem, yayasan perlu mengevaluasi kesesuaian fitur dengan kebutuhan pencatatan dan pelaporannya.
Pelajari lebih lanjut melalui halaman Accounting+ untuk lembaga pendidikan.
FAQ tentang ISAK 35
Apa perbedaan ISAK 35 dan ISAK 335?
ISAK 35 merupakan penomoran sebelumnya, sedangkan ISAK 335 merupakan penomoran yang digunakan dalam nomenklatur SAK Indonesia saat ini. Pengelola perlu memperhatikan ketentuan dan amendemen yang relevan.
Apakah ISAK 335 berlaku untuk yayasan pendidikan?
ISAK 335 berkaitan dengan penyajian laporan keuangan entitas berorientasi nonlaba yang menerapkan SAK Indonesia. Penerapannya pada suatu yayasan perlu mempertimbangkan karakteristik entitas dan kerangka standar yang berlaku.
Apakah software akuntansi menjamin laporan sesuai ISAK 335?
Tidak. Software dapat mendukung pencatatan dan pelaporan, tetapi kesesuaian laporan tetap bergantung pada kelengkapan data, konfigurasi sistem, kebijakan akuntansi, dan penerapan standar yang tepat.
Kesimpulan
ISAK 35, yang kini dikenal sebagai ISAK 335 dalam penomoran SAK Indonesia, penting dipahami oleh pengelola yayasan pendidikan yang menyusun laporan keuangan sesuai standar yang berlaku. Pengelola perlu memahami ruang lingkup interpretasi ini, mengenali jenis laporan keuangan, dan menjaga konsistensi pencatatan serta dokumentasi transaksi.
Contoh penerimaan SPP, donasi, hibah, dan pengeluaran operasional menunjukkan pentingnya data yang lengkap dan dapat ditelusuri. Sistem keuangan digital dapat membantu menata proses tersebut, tetapi pengelola tetap perlu merujuk pada standar resmi dan memeriksa kesesuaian proses akuntansinya.
Dengan pencatatan yang tertib dan pemahaman standar yang tepat, yayasan dapat menyiapkan informasi keuangan yang lebih berguna untuk evaluasi, pengambilan keputusan, dan pertanggungjawaban.
Baca juga: Dashboard Keuangan Sekolah: Informasi yang Perlu Dipantau Pengelola



