
Laporan keuangan sering dianggap urusan perusahaan besar. Padahal, bagi UMKM sekalipun, laporan keuangan adalah alat paling dasar untuk mengetahui kondisi riil bisnis, apakah usaha menguntungkan, berapa besar utang, dan seberapa sehat arus kas.
Komponen Laporan Keuangan UMKM yang Perlu Dibuat
Laporan keuangan UMKM tidak harus sekompleks laporan perusahaan publik. Setidaknya ada tiga komponen utama yang perlu dimiliki:
- Laporan Laba Rugi: menunjukkan pendapatan, biaya, dan laba atau rugi dalam satu periode.
- Laporan Arus Kas: mencatat aliran masuk dan keluar uang kas secara aktual.
- Neraca (Laporan Posisi Keuangan): menggambarkan aset, kewajiban, dan modal usaha pada tanggal tertentu.
Untuk UMKM yang baru memulai, prioritaskan dulu laporan laba rugi dan arus kas karena keduanya paling langsung mencerminkan kondisi operasional harian.
Contoh Laporan Laba Rugi UMKM
Laporan laba rugi mencatat semua pendapatan dikurangi seluruh beban dalam satu periode (biasanya bulanan atau tahunan). Hasilnya menunjukkan apakah usaha menghasilkan laba atau merugi.
Contoh: Toko Sembako “Maju Bersama”, Oktober 2024

Contoh Laporan Arus Kas UMKM
Laporan arus kas mencatat seluruh pergerakan uang tuna, dari mana uang masuk dan ke mana uang keluar. Berbeda dari laba rugi, laporan arus kas tidak mencakup transaksi kredit yang belum dibayar.
Contoh: Toko Sembako “Maju Bersama”, Oktober 2024

Cara Membuat Laporan Keuangan UMKM
Berikut langkah-langkah yang bisa diterapkan:
- Catat setiap transaksi harian. Setiap pemasukan dan pengeluaran, sekecil apapun, harus dicatat dengan tanggal, jumlah, dan keterangannya. Ini adalah fondasi dari seluruh laporan keuangan.
- Pisahkan keuangan pribadi dan usaha. Buka rekening bank terpisah untuk bisnis. Mencampur keuangan pribadi dan usaha adalah penyebab utama laporan keuangan UMKM menjadi tidak akurat.
- Rekap transaksi secara berkala. Lakukan rekap mingguan atau bulanan untuk memudahkan penyusunan laporan laba rugi dan arus kas.
- Susun laporan laba rugi terlebih dahulu. Hitung total pendapatan dikurangi HPP untuk mendapatkan laba kotor, kemudian kurangi beban operasional untuk mendapat laba bersih.
- Buat laporan arus kas dari data penerimaan dan pengeluaran kas aktual. Bandingkan dengan laba rugi untuk mendeteksi selisih yang perlu diinvestigasi.
Kesimpulan
Contoh laporan keuangan UMKM yang baik tidak harus rumit. Cukup mulai dari tiga komponen dasar: laba rugi, arus kas, dan neraca. Yang terpenting adalah konsistensi dalam mencatat setiap transaksi dan disiplin memisahkan keuangan usaha dari keuangan pribadi.
Laporan keuangan UMKM yang tertib bukan hanya untuk keperluan audit atau pinjaman bank, lebih dari itu, ia adalah cermin kondisi bisnis yang membantu Anda mengambil keputusan dengan lebih percaya diri. Mulai hari ini, dan biarkan Accounting+ membantu Anda menyederhanakan prosesnya.
Baca Juga: Contoh Laporan Keuangan Neraca dan Cara Membuat untuk UMKM



