
Key Takeaways:
- Sewa atau beli aset memiliki kelebihan dan kekurangan. Sewa cocok untuk kebutuhan sementara, sedangkan membeli dapat dipertimbangkan untuk penggunaan jangka panjang.
- Bandingkan total biaya sebelum mengambil keputusan. Perhitungkan biaya sewa, harga beli, perawatan, serta potensi nilai jual kembali aset.
- Pencatatan aset membantu pengelolaan keuangan. Catat biaya perolehan, penyusutan, dan informasi aset secara teratur agar kondisi keuangan bisnis lebih mudah dipantau.
Setiap bisnis membutuhkan aset untuk mendukung kegiatan operasional, mulai dari kendaraan, mesin produksi, komputer, hingga tempat usaha. Namun, ketika membutuhkan aset baru, pemilik bisnis sering dihadapkan pada dua pilihan: menyewa atau membeli.
Apa Itu Sewa dan Beli Aset?
Sewa aset adalah penggunaan aset milik pihak lain dalam jangka waktu tertentu dengan membayar biaya sewa sesuai perjanjian. Contohnya, bisnis menyewa kendaraan operasional, gudang, atau mesin produksi untuk mendukung kegiatan sehari-hari.
Sementara itu, beli aset adalah memperoleh aset melalui transaksi pembelian sehingga bisnis memiliki aset tersebut. Contohnya, membeli komputer untuk karyawan atau membeli mesin untuk kegiatan produksi.
Perbedaan Sewa dan Beli Aset
| Aspek | Sewa Aset | Beli Aset |
| Biaya awal | Umumnya lebih rendah, tergantung ketentuan sewa | Biasanya membutuhkan dana awal lebih besar |
| Kepemilikan | Tetap milik pihak yang menyewakan | Menjadi milik pembeli sesuai transaksi |
| Pengeluaran | Pembayaran sewa secara berkala atau sesuai kontrak | Pembayaran pembelian, bisa tunai atau melalui pembiayaan |
| Perawatan | Bergantung pada perjanjian sewa | Umumnya menjadi tanggung jawab pemilik |
| Fleksibilitas | Bisa lebih fleksibel untuk kebutuhan sementara | Kurang fleksibel jika aset sudah tidak dibutuhkan |
| Nilai jangka panjang | Tidak otomatis memperoleh kepemilikan aset | Aset dapat terus digunakan atau dijual kembali sesuai kondisinya |
Keuntungan dan Kekurangan Menyewa Aset
Keuntungan
- Mengurangi pengeluaran awal. Bisnis tidak harus langsung menyediakan dana sebesar harga pembelian aset.
- Lebih fleksibel untuk kebutuhan sementara. Menyewa cocok ketika aset hanya dibutuhkan untuk proyek atau periode tertentu.
- Mengurangi risiko aset tidak terpakai. Bisnis dapat menghindari kepemilikan aset yang berpotensi menganggur setelah kebutuhan selesai, sesuai ketentuan kontrak sewa.
Kekurangan
- Biaya sewa dapat menumpuk. Jika aset digunakan dalam jangka panjang, total pembayaran sewa bisa menjadi besar.
- Tidak otomatis memperoleh kepemilikan. Setelah masa sewa berakhir, aset biasanya dikembalikan kecuali terdapat ketentuan lain.
- Terikat perjanjian sewa. Penggunaan, perawatan, dan pengembalian aset harus mengikuti kesepakatan dengan pihak yang menyewakan.
Keuntungan dan Kekurangan Membeli Aset
Keuntungan
- Memiliki aset untuk jangka panjang. Bisnis dapat menggunakannya sesuai kebutuhan selama aset masih layak digunakan.
- Lebih leluasa dalam penggunaan. Pemilik memiliki kendali lebih besar atas penggunaan aset, dengan tetap memperhatikan ketentuan yang berlaku.
- Berpotensi memiliki nilai jual kembali. Aset tertentu masih memiliki nilai ketika dijual, meskipun nilainya dapat menurun karena pemakaian dan usia.
Kekurangan
- Membutuhkan dana awal lebih besar. Pembelian aset dapat mengurangi dana yang tersedia untuk kebutuhan operasional.
- Menimbulkan biaya tambahan. Perawatan, perbaikan, asuransi, dan biaya terkait lainnya perlu diperhitungkan.
- Berisiko menjadi aset menganggur. Jika kebutuhan bisnis berubah, aset yang sudah dibeli mungkin tidak lagi dimanfaatkan secara optimal.
5 Hal yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Memilih
Sebelum memutuskan untuk menyewa atau membeli aset, ada beberapa hal yang perlu dievaluasi.
1. Lama penggunaan aset
Pertimbangkan berapa lama aset akan digunakan. Jika hanya dibutuhkan selama beberapa bulan, menyewa bisa lebih praktis. Namun, jika aset digunakan setiap hari selama bertahun-tahun, membeli mungkin lebih ekonomis.
2. Kondisi arus kas bisnis
Jangan hanya melihat harga aset, tetapi perhatikan juga ketersediaan dana setelah transaksi dilakukan. Pembelian aset dengan dana besar dapat mengurangi kemampuan bisnis membayar gaji, membeli bahan baku, atau memenuhi kewajiban lainnya.
3. Total biaya penggunaan
Bandingkan seluruh biaya selama periode penggunaan, bukan hanya harga beli dan biaya sewa bulanan. Untuk pembelian, perhitungan harga aset, biaya perawatan, biaya penyusutan, asuransi, pembiayaan jika ada, dan perkiraan nilai jual kembali. Untuk penyewaan, perhitungkan pembayaran sewa, uang jaminan, biaya tambahan, serta ketentuan pengembalian aset.
4. Kebutuhan perawatan
Beberapa aset membutuhkan perawatan rutin dan biaya perbaikan yang tidak sedikit. Periksa siapa yang bertanggung jawab atas biaya tersebut, baik dalam skema sewa maupun pembelian.
5. Perubahan kebutuhan bisnis
Bisnis yang sedang berkembang atau masih menguji pasar mungkin membutuhkan fleksibilitas lebih tinggi. Sebaliknya, bisnis dengan kebutuhan operasional yang stabil bisa mempertimbangkan kepemilikan aset untuk penggunaan jangka panjang.
Contoh Perhitungan: Lebih Hemat Sewa atau Beli?
Misalnya, sebuah bisnis membutuhkan mesin untuk mendukung produksi selama tiga tahun. Asumsi: biaya sewa Rp20 juta per tahun, harga beli mesin Rp60 juta, dan biaya perawatan mesin yang dibeli Rp3 juta per tahun. Tidak ada biaya tambahan sewa, dan biaya perawatan mesin sewaan ditanggung penyedia. Pajak, biaya pembiayaan, serta nilai jual kembali belum diperhitungkan.
| Komponen biaya | Sewa | Beli |
| Biaya awal atau harga beli | Rp0 | Rp60.000.000 |
| Biaya sewa per tahun | Rp20.000.000 | — |
| Biaya perawatan per tahun 3jt x 3 | Rp0 | Rp9.000.000 |
| Total biaya selama 3 tahun | Rp60.000.000 | Rp69.000.000 |
Dari perhitungan sederhana ini, biaya sewa selama tiga tahun lebih rendah Rp9 juta dibandingkan biaya pembelian dan perawatan.
Perhitungan tersebut belum memperhitungkan penyusutan akuntansi, pajak, biaya pembiayaan, dan nilai waktu uang. Karena itu, bisnis perlu menyesuaikan perhitungan dengan kondisi sebenarnya sebelum mengambil keputusan.
Bagaimana Pencatatan Akuntansinya?
Aset yang dibeli dan memenuhi kriteria aset tetap umumnya dicatat sebagai aset, kemudian disusutkan selama masa manfaatnya sesuai kebijakan dan standar akuntansi yang berlaku. Penyusutan membantu mengalokasikan biaya perolehan aset selama periode penggunaannya.
Sementara itu, pembayaran sewa perlu dicatat sesuai periode dan ketentuan perjanjian. Dalam akuntansi, perlakuan sewa tidak selalu sama: kontrak tertentu dapat mengharuskan pengakuan aset hak-guna dan liabilitas sewa. Oleh karena itu, pencatatannya perlu disesuaikan dengan standar akuntansi yang digunakan dan isi kontrak.
Untuk mendukung proses pencatatan aset, aplikasi akuntansi Accounting+ menyediakan fitur Registrasi Aset untuk mencatat informasi aset tetap serta Depresiasi Aset untuk membantu pencatatan penyusutan. Fitur Pengelolaan Aset Multi Unit Bisnis juga mendukung pengelompokan aset berdasarkan unit bisnis.
Kesimpulan
Memilih antara menyewa atau membeli aset tidak bisa hanya berdasarkan biaya awal. Bisnis perlu mempertimbangkan lama penggunaan, kondisi arus kas, biaya perawatan, fleksibilitas, dan potensi nilai jual kembali. Menyewa dapat menjadi pilihan untuk kebutuhan sementara dan ketika bisnis ingin menjaga dana tetap tersedia. Sebaliknya, membeli aset layak dipertimbangkan jika aset dibutuhkan secara rutin dalam jangka panjang dan kepemilikannya memberikan manfaat yang sepadan dengan biaya.
Baca Juga: Asset Management: Cara Mengelola Aset Bisnis Secara Efektif



