default-pattern

SAK EMKM: Pengertian, Fungsi Bagi UMKM, dan Contohnya

SAK EMKM: Pengertian, Fungsi Bagi UMKM, dan Contohnya

Apa Itu SAK EMKM?

SAK EMKM adalah singkatan dari Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah. Standar ini diterbitkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dan mulai berlaku efektif pada 1 Januari 2018.

SAK EMKM hadir sebagai penyederhanaan dari SAK umum (PSAK) yang lebih rumit dan biasanya diterapkan oleh perusahaan besar atau perusahaan yang tercatat di bursa saham. Dengan SAK EMKM, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah mendapatkan panduan yang lebih praktis dan sesuai dengan skala bisnis mereka.

Dasar Hukum SAK EMKM

SAK EMKM berlandaskan pada beberapa regulasi, yaitu:

  • UU No. 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah
  • PP No. 7 Tahun 2021 tentang Kemudahan, Pelindungan, dan Pemberdayaan Koperasi dan UMKM
  • Standar IAI yang direvisi secara berkala sesuai perkembangan kebutuhan UMKM

Siapa yang Wajib Menggunakan SAK EMKM?

SAK EMKM diperuntukkan bagi entitas yang memenuhi kriteria berikut:

  • Tidak memiliki akuntabilitas publik yang signifikan (bukan perusahaan terbuka)
  • Menerbitkan laporan keuangan untuk tujuan umum bagi pengguna eksternal (bank, investor, pemerintah)
  • Memenuhi kriteria usaha mikro, kecil, atau menengah berdasarkan UU UMKM

Fungsi SAK EMKM bagi UMKM

SAK EMKM bukan sekadar kewajiban administratif. Ada manfaat nyata yang bisa dirasakan langsung oleh pelaku usaha yang menerapkannya dengan konsisten.

1. Mempermudah Akses Permodalan

Bank dan lembaga keuangan membutuhkan laporan keuangan yang terstandar sebelum mencairkan kredit. Dengan laporan keuangan berbasis SAK EMKM, pengajuan KUR atau pinjaman modal usaha menjadi lebih mudah diproses karena datanya terstruktur dan dapat diverifikasi.

2. Meningkatkan Kredibilitas Usaha

UMKM yang memiliki laporan keuangan yang rapi terlihat lebih profesional di mata mitra bisnis, investor, maupun calon pembeli. Ini penting terutama jika Anda ingin membuka cabang, menarik investor, atau bermitra dengan perusahaan yang lebih besar.

Related Post  Buku Besar Akuntansi: Fungsi, Jenis, dan Contoh

3. Memudahkan Penghitungan Pajak

Laporan keuangan yang tersusun dengan benar membantu pelaku UMKM menghitung kewajiban pajak secara akurat. Ini relevan khususnya untuk pelaporan PPh Final 0,5% sesuai PP No. 23 Tahun 2018 yang diperuntukkan bagi UMKM dengan omzet di bawah Rp4,8 miliar per tahun.

4. Mendukung Pengambilan Keputusan Bisnis

Dengan laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi yang tersusun baik, pemilik usaha dapat melihat dengan jelas kondisi keuangan bisnisnya: apakah untung, rugi, atau modal sudah kembali. Informasi ini menjadi dasar keputusan seperti penambahan stok, ekspansi, atau efisiensi biaya.

5. Mempersiapkan UMKM Naik Kelas

UMKM yang sudah terbiasa dengan SAK EMKM lebih mudah bertransisi ke standar akuntansi yang lebih tinggi ketika bisnisnya berkembang menjadi perusahaan menengah atau besar.

Komponen Laporan Keuangan dalam SAK EMKM

Berbeda dari PSAK yang lebih komprehensif, SAK EMKM menetapkan tiga komponen utama laporan keuangan yang wajib disajikan:

Komponen Laporan Keuangan dalam SAK EMKM

SAK EMKM menggunakan pengukuran berdasarkan harga perolehan (bukan nilai wajar), sehingga lebih sederhana dan mudah diterapkan oleh pelaku usaha tanpa latar belakang akuntansi.

Perbedaan SAK EMKM dan PSAK

Untuk memahami mengapa SAK EMKM lebih cocok untuk UMKM, perhatikan perbandingan berikut:

Perbedaan SAK EMKM dan PSAK

Contoh Penerapan SAK EMKM

Berikut adalah ilustrasi sederhana penerapan SAK EMKM pada usaha kecil di bidang kuliner.

Profil Usaha

  • Nama usaha: UD Dapur Nusantara
  • Jenis usaha: Katering makanan rumahan
  • Periode laporan: 31 Desember 2024

Contoh Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

Contoh Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

Contoh Laporan Laba Rugi

Contoh Laporan Laba Rugi

Dari contoh di atas, terlihat bahwa laporan keuangan berbasis SAK EMKM tidak rumit. Dengan omzet Rp180 juta per tahun, usaha ini sudah memiliki laporan yang bisa dijadikan dasar pengajuan kredit ke bank.

Related Post  Dasar Akuntansi Keuangan Lengkap Untuk UMKM (Beserta Contoh)

Kesimpulan

SAK EMKM adalah alat penting yang membantu pelaku UMKM menyusun laporan keuangan secara terstandar, tanpa kerumitan akuntansi korporasi. Dengan tiga komponen utama – laporan posisi keuangan, laporan laba rugi, dan catatan atas laporan keuangan – SAK EMKM memberikan gambaran keuangan yang jelas dan berguna untuk pengambilan keputusan bisnis.

Baca Juga: Rumus BEP (Break Even Point), Manfaat, Cara Hitung, dan Contoh