default-pattern

Jurnal Pembelian Barang Dagang: Contoh dan Cara Membuat

Jurnal Pembelian Barang Dagang: Contoh dan Cara Membuat

Setiap usaha dagang pasti melakukan pembelian barang, baik untuk stok yang akan dijual kembali maupun bahan operasional. Masalahnya, banyak pelaku UMKM yang tidak mencatat transaksi ini secara sistematis. Akibatnya, laporan keuangan tidak akurat, utang dagang tidak terpantau, dan keputusan bisnis menjadi kurang tepat.

Apa Itu Jurnal Pembelian Barang Dagang?

Jurnal pembelian barang dagang adalah catatan akuntansi yang secara khusus mencatat transaksi pembelian barang yang akan dijual kembali (inventory/persediaan dagang). Jurnal ini berbeda dari jurnal pembelian umum karena fokusnya pada barang dagangan, bukan peralatan atau perlengkapan operasional.

Dalam sistem akuntansi double-entry, setiap transaksi di jurnal pembelian barang dagang selalu mencatat dua sisi:

  • Debet: Akun Pembelian atau Persediaan Barang Dagang bertambah
  • Kredit: Akun Kas (tunai) atau Utang Dagang (kredit) bertambah

Fungsi Jurnal Pembelian Barang Dagang

Jurnal ini bukan sekadar formalitas pembukuan. Berikut fungsi konkretnya bagi UMKM:

  1. Menjadi dasar pencatatan persediaan barang dagang secara akurat.
  2. Memantau utang dagang kepada setiap supplier secara terpisah.
  3. Menjadi sumber data untuk perhitungan Harga Pokok Penjualan (HPP).
  4. Mendukung rekonsiliasi dengan faktur dan nota dari pemasok.
  5. Mempermudah penyusunan neraca dan laporan laba rugi akhir periode.

Format Jurnal Pembelian Barang Dagang

Format standar yang digunakan dalam jurnal pembelian barang memuat kolom-kolom berikut:

  • Tanggal transaksi
  • Nama supplier / pemasok
  • Nomor faktur atau invoice
  • Keterangan singkat jenis barang yang dibeli
  • Kolom Debet: Akun Pembelian atau Persediaan
  • Kolom Kredit: Akun Kas atau Utang Dagang

Format ini berlaku baik untuk pencatatan manual di buku kas maupun menggunakan software akuntansi.

Cara Membuat Jurnal Pembelian Barang Dagang

Berikut langkah-langkah membuat jurnal pembelian barang yang benar:

Jurnal Pembelian Barang Dagang Tunai

Contoh: Membeli stok produk seharga Rp4.500.000 secara tunai dari UD Sinar Jaya.

  • Debet: Pembelian Barang Dagang Rp4.500.000
  • Kredit: Kas / Bank Rp4.500.000
Related Post  Mengapa Toko Bangunan Butuh Aplikasi Keuangan Terintegrasi Inventory Management?

Jurnal Pembelian Barang Dagang Kredit

Contoh: Membeli barang dagang Rp12.000.000 secara kredit dari PT Cahaya Mas.

  • Debet: Pembelian Barang Dagang Rp12.000.000
  • Kredit: Utang Dagang – PT Cahaya Mas Rp12.000.000

Contoh Jurnal Pembelian Barang Dagang (Mei 2025)

Berikut tampilan jurnal pembelian barang untuk satu periode, mencakup transaksi tunai, kredit, dan pembelian dengan biaya pengiriman:

Catatan: Biaya angkut yang dibayar tunai dicatat terpisah di kredit Kas, sementara nilai barang dikreditkan ke Utang Dagang. Selalu pastikan total debet = total kredit di setiap entri.

Lebih Mudah dengan Software Akuntansi

Mencatat jurnal pembelian barang secara manual memang bisa dilakukan, namun risikonya meningkat seiring bertambahnya volume transaksi. Satu kesalahan entri saja bisa berdampak pada laporan keuangan yang tidak seimbang.

Accounting+ dirancang khusus untuk membantu pelaku UMKM Indonesia mengelola pembukuan tanpa perlu keahlian akuntansi mendalam. Dengan Accounting+, proses pencatatan jurnal pembelian barang menjadi:

  • Otomatis dan terintegrasi langsung dari input faktur
  • Bebas kesalahan hitung karena sistem double-entry berjalan otomatis
  • Terhubung dengan laporan HPP, neraca, dan laba rugi secara real-time
  • Bisa diakses kapan saja, termasuk untuk memantau saldo utang dagang per supplier

Coba Accounting+ secara gratis dan lihat sendiri seberapa efisien pencatatan keuangan usaha Anda bisa dijalankan.

Kesimpulan

Jurnal pembelian barang dagang adalah komponen pencatatan yang tidak bisa diabaikan oleh pelaku usaha dagang, baik skala kecil maupun menengah. Jurnal ini menjadi dasar untuk menghitung HPP, memantau utang dagang, dan menyusun laporan keuangan yang akurat.

Dengan memahami format, cara pencatatan, dan contoh yang benar, pengelolaan keuangan UMKM Anda akan jauh lebih terstruktur. Gunakan software yang tepat seperti Accounting+ agar prosesnya lebih efisien dan minim kesalahan.

Baca Juga: Contoh Laporan Keuangan UMKM dan Cara Membuatnya