default-pattern

Apa itu PSAK: Pengertian, Tujuan, Jenis, dan Perannya dalam Laporan Keuangan

Apa itu PSAK: Pengertian, Tujuan, Jenis, dan Perannya dalam Laporan Keuangan

Apa itu PSAK? Pengertian Lengkap dalam Dunia Akuntansi

PSAK adalah singkatan dari Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan, yaitu kumpulan aturan resmi yang mengatur bagaimana perusahaan atau entitas usaha di Indonesia harus mencatat, mengukur, menyajikan, dan mengungkapkan transaksi keuangannya. Sederhananya, PSAK adalah “bahasa baku” yang membuat laporan keuangan satu perusahaan bisa dibaca dan dibandingkan dengan perusahaan lain menggunakan acuan yang sama.

PSAK diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK IAI), bekerja sama dengan Dewan Standar Akuntansi Syariah (DSAS IAI) untuk standar berbasis syariah. Sejak 2012, DSAK IAI mengonvergensikan PSAK dengan International Financial Reporting Standards (IFRS) agar laporan keuangan perusahaan Indonesia diakui secara internasional, terutama bagi perusahaan yang mencari pendanaan dari investor asing atau terdaftar di bursa saham.

Bagi pelaku usaha yang baru mendengar istilah ini, pengertian PSAK bisa disederhanakan sebagai pedoman yang menjawab tiga pertanyaan dasar dalam akuntansi: kapan sebuah transaksi dicatat, berapa nilai yang dicatat, dan bagaimana transaksi tersebut disajikan dalam laporan keuangan.

Tujuan PSAK bagi Bisnis dan UMKM

Memahami apa itu PSAK tidak lengkap tanpa mengetahui tujuan dibentuknya standar ini. Berikut tujuan utama PSAK yang relevan bagi pelaku usaha, termasuk UMKM beromzet menengah ke atas:

  • Keseragaman format: memastikan setiap entitas mencatat transaksi dengan metode yang sama sehingga laporan keuangan mudah dipahami berbagai pihak.
  • Kemudahan perbandingan: memungkinkan pemilik usaha membandingkan kinerja keuangan antarperiode atau dengan kompetitor sejenis.
  • Kepercayaan pemangku kepentingan: laporan yang sesuai PSAK lebih mudah diverifikasi bank, investor, kreditur, dan kantor pajak.
  • Dasar pengambilan keputusan: manajemen dapat menilai kesehatan arus kas, utang, dan profitabilitas usaha secara objektif.
  • Kepatuhan regulasi: banyak skema pembiayaan, termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR), mensyaratkan laporan keuangan yang tersusun rapi sesuai standar akuntansi yang berlaku.
Related Post  Cara Hitung HPP untuk Usaha Jasa dan Contohnya

Pada akhirnya, tujuan PSAK adalah menjadikan laporan keuangan alat komunikasi yang transparan dan bisa dipertanggungjawabkan, bukan sekadar catatan pembukuan internal.

Jenis-Jenis PSAK yang Berlaku di Indonesia

Tidak semua bisnis wajib menggunakan PSAK dalam bentuk yang sama. DSAK IAI membagi Standar Akuntansi Keuangan (SAK), memuat PSAK dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK), menjadi lima kelompok sesuai skala usaha dan tingkat akuntabilitas publiknya.

1. SAK Umum (PSAK-IFRS)

SAK Umum adalah standar paling komprehensif, dikonvergensikan dengan IFRS sejak 2012. Standar ini wajib digunakan oleh entitas dengan akuntabilitas publik signifikan, seperti perusahaan terbuka (emiten di bursa saham), BUMN, perbankan, dan dana pensiun.

2. SAK Entitas Privat (SAK EP): Pengganti SAK ETAP

Sejak 1 Januari 2025, SAK ETAP resmi digantikan SAK EP (Standar Akuntansi Keuangan Entitas Privat), untuk entitas tanpa akuntabilitas publik yang tetap menerbitkan laporan keuangan bagi pengguna eksternal seperti bank atau investor swasta. Bisnis menengah-besar yang sebelumnya memakai SAK ETAP wajib bertransisi ke SAK EP.

3. SAK EMKM

Dirancang khusus untuk usaha mikro, kecil, dan menengah yang belum memerlukan pelaporan sekompleks SAK EP. SAK EMKM cukup mensyaratkan tiga komponen: neraca, laporan laba rugi, dan catatan atas laporan keuangan, format yang paling banyak dipakai UMKM saat mengajukan KUR.

4. PSAK Syariah

Mengatur transaksi berbasis prinsip syariah seperti murabahah, mudharabah, musyarakah, dan ijarah. Digunakan bank syariah, koperasi syariah, dan lembaga zakat.

5. Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP)

Khusus dipakai instansi pemerintah pusat dan daerah untuk laporan pertanggungjawaban anggaran negara, sehingga tidak relevan bagi entitas bisnis swasta.

Jenis-Jenis PSAK yang Berlaku di Indonesia

Peran PSAK dalam Laporan Keuangan

Setelah memahami apa itu PSAK dan jenisnya, penting juga mengetahui peran konkret standar ini dalam laporan keuangan sehari-hari:

  1. Menjaga konsistensi pencatatan antarperiode, sehingga tren pertumbuhan usaha terlihat jelas.
  2. Menjadi acuan auditor eksternal maupun internal saat memeriksa kewajaran laporan keuangan.
  3. Mempermudah due diligence saat bisnis mencari investor atau bermitra dengan perusahaan lebih besar.
  4. Menjadi dasar perhitungan pajak yang akurat, karena pendapatan dan beban tercatat sesuai kaidah akrual.
  5. Meningkatkan kelayakan kredit di mata bank, karena laporan yang sesuai standar lebih mudah diverifikasi.
Related Post  3 Rekomendasi Aplikasi Akuntansi untuk Sekolah Swasta

Contoh Penerapan PSAK pada UMKM Beromzet Menengah

Ambil contoh usaha konveksi beromzet Rp1,2 miliar per tahun yang ingin mengajukan pinjaman modal kerja. Tanpa laporan keuangan yang tersusun sesuai standar, bank kesulitan menilai kelayakan usaha. Dengan SAK EMKM atau SAK EP, pemilik usaha dapat menyajikan:

  • Neraca yang memisahkan aset lancar (kas, piutang, persediaan kain) dari aset tetap (mesin jahit, kendaraan operasional).
  • Laporan laba rugi yang mencatat pendapatan dikurangi harga pokok produksi dan beban operasional secara akrual, bukan sekadar arus kas masuk-keluar.
  • Catatan atas laporan keuangan yang menjelaskan metode penyusutan mesin dan kebijakan penilaian persediaan.

Format ini sejalan dengan panduan pada contoh laporan keuangan usaha dan laporan keuangan tahunan yang biasa disusun UMKM Indonesia, sehingga pengajuan kredit lebih cepat karena data sudah terstruktur dan siap diaudit.

Tantangan UMKM dalam Menerapkan PSAK

Penerapan PSAK di kalangan UMKM masih menghadapi kendala umum:

  • Minimnya latar belakang akuntansi, sehingga istilah seperti akrual, penyusutan, atau liabilitas terasa asing.
  • Pencatatan manual yang rawan salah hitung dan sulit ditelusuri saat audit pajak.
  • Keterbatasan waktu karena pemilik usaha merangkap peran operasional, pemasaran, sekaligus keuangan.

Solusi praktisnya adalah beralih ke pencatatan digital. Accounting+ dirancang mengikuti kaidah standar akuntansi keuangan yang berlaku, sehingga neraca, laba rugi, dan catatan atas laporan keuangan tersusun otomatis setiap kali transaksi dicatat, tanpa pemilik usaha harus menghafal detail PSAK.

Kesimpulan

Memahami apa itu PSAK bukan lagi kebutuhan eksklusif akuntan profesional, melainkan bekal penting bagi pelaku UMKM beromzet menengah dan besar yang ingin naik kelas. Dengan mengetahui pengertian, tujuan, dan jenis PSAK yang relevan bagi skala usahanya, baik SAK EMKM maupun SAK EP, pemilik usaha bisa menyusun laporan keuangan yang lebih dipercaya bank, investor, dan otoritas pajak.

Related Post  Inventory Turnover: Definisi, Rumus, dan Contoh Hitung

Jika pembukuan usaha Anda masih manual dan sering membuat laporan keuangan terlambat, saatnya mempertimbangkan bantuan sistem yang sesuai standar akuntansi sejak awal. Accounting+ hadir sebagai software akuntansi untuk UMKM Indonesia yang membantu menyusun laporan keuangan otomatis, akurat, dan siap diaudit kapan pun dibutuhkan.

Baca Juga: Contoh Laporan Perubahan Ekuitas: Manfaat dan Cara Membuat