default-pattern

Panduan Membuat QRIS untuk UMKM

Panduan Membuat QRIS untuk UMKM

Hampir setiap pelanggan kini menanyakan hal yang sama sebelum membayar: “bisa QRIS?” Bagi pelaku UMKM dengan omzet menengah hingga besar, tidak menyediakan pembayaran QRIS berarti berpotensi kehilangan transaksi dari pelanggan yang lebih memilih cara bayar digital. Artikel ini membahas cara membuat QRIS untuk UMKM secara lengkap, mulai dari syarat, langkah pendaftaran, biaya, hingga tips memaksimalkan penggunaannya.

Ringkasan Singkat

  • Membuat QRIS untuk UMKM adalah proses pendaftaran kode pembayaran digital standar nasional yang bisa dilakukan lewat bank, e-wallet, atau Penyelenggara Jasa Pembayaran (PJP) resmi, umumnya gratis dan selesai dalam hitungan hari.
  • Mulai 1 Oktober 2026, Bank Indonesia memperluas kebijakan MDR (Merchant Discount Rate) 0% untuk transaksi QRIS hingga Rp500 ribu bagi usaha mikro, sehingga biaya pembayaran QRIS semakin ringan bagi UMKM.

Apa Itu QRIS dan Kenapa UMKM Perlu Membuatnya?

QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) adalah kode QR standar nasional yang dikembangkan Bank Indonesia bersama Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), yang menyatukan berbagai metode pembayaran digital ke dalam satu kode QR tunggal. Dengan satu kode QRIS, pelanggan dapat membayar menggunakan aplikasi bank, e-wallet, maupun QRIS Tap, tanpa pelaku usaha perlu memasang banyak kode QR berbeda dari masing-masing penyedia layanan.

Bagi UMKM, membuat QRIS bukan lagi sekadar tambahan metode pembayaran, melainkan kebutuhan mendasar agar tidak kehilangan pelanggan yang terbiasa bertransaksi nontunai. Proses membuat QRIS juga relatif sederhana dan dapat dilakukan langsung dari ponsel tanpa perlu mendatangi kantor bank.

Syarat Membuat QRIS untuk UMKM

Sebelum mulai buat QRIS, siapkan dokumen dasar berikut agar proses pendaftaran berjalan lancar.

  • KTP elektronik (e-KTP) pemilik usaha.
  • Nomor Induk Berusaha (NIB) atau dokumen legalitas usaha lainnya (sebagian penyedia menerima tanpa NIB untuk usaha mikro).
  • Nomor rekening bank atau akun e-wallet aktif atas nama pemilik usaha.
  • Foto lokasi usaha atau etalase toko, baik fisik maupun daring.
  • Nomor HP dan email aktif untuk verifikasi akun.
Related Post  SAK ETAP: Pengertian, Manfaat Bagi UMKM, dan Contohnya

Cara Membuat QRIS untuk UMKM Langkah demi Langkah

1. Pilih Penyedia Jasa Pembayaran (PJP)

Tentukan bank atau platform e-wallet yang akan digunakan untuk membuat QRIS, misalnya bank nasional, bank daerah, atau platform pembayaran digital yang telah berizin resmi dari Bank Indonesia.

2. Unduh Aplikasi dan Daftar Akun Bisnis

Unduh aplikasi merchant dari penyedia yang dipilih, lalu daftarkan akun menggunakan data pemilik usaha. Sebagian besar penyedia kini memungkinkan proses membuat QRIS sepenuhnya lewat aplikasi tanpa perlu datang ke kantor cabang.

3. Unggah Dokumen yang Diperlukan

Unggah KTP, foto lokasi usaha, dan data rekening sesuai instruksi pada aplikasi. Pastikan data yang diinput konsisten agar tidak menghambat proses verifikasi.

4. Tunggu Proses Verifikasi

Penyedia akan memverifikasi data dan mengklasifikasikan usaha ke dalam kategori merchant, seperti Usaha Mikro (UMI), Usaha Kecil (UKE), atau Usaha Menengah (UME), yang menentukan tarif MDR yang berlaku.

5. Unduh dan Cetak Kode QRIS

Setelah disetujui, kode QRIS dapat langsung diunduh dari aplikasi. Cetak dan tempatkan di meja kasir atau etalase toko agar mudah dipindai pelanggan.

6. Uji Coba Transaksi Pertama

Lakukan transaksi percobaan dengan nominal kecil untuk memastikan dana masuk dengan benar ke rekening atau saldo bisnis sebelum digunakan secara aktif untuk melayani pelanggan.

Biaya Membuat QRIS dan Tarif MDR Terbaru

Proses membuat QRIS pada umumnya tidak dikenakan biaya pendaftaran. Namun, setiap transaksi yang masuk lewat pembayaran QRIS akan dipotong biaya Merchant Discount Rate (MDR) oleh penyedia jasa pembayaran. Berikut tarif MDR terbaru yang berlaku mulai 1 Oktober 2026.

Kebijakan ini memperluas cakupan MDR 0% yang sebelumnya hanya berlaku bagi usaha mikro. Dengan demikian, biaya pembayaran QRIS bagi UMKM kategori Usaha Kecil hingga Usaha Besar juga menjadi lebih ringan, khususnya untuk transaksi bernilai kecil. Perlu diingat, biaya MDR ini sepenuhnya ditanggung merchant dan dilarang dibebankan kepada pembeli dalam bentuk apa pun.

Related Post  Laporan Kas Kecil: Jenis, Metode, Manfaat dan Contohnya

Manfaat Pembayaran QRIS bagi UMKM

  • Menjangkau lebih banyak pelanggan yang terbiasa bertransaksi nontunai.
  • Satu kode QR menerima pembayaran dari berbagai aplikasi bank dan e-wallet sekaligus.
  • Dana masuk langsung ke rekening merchant tanpa perlu menyimpan uang tunai dalam jumlah besar.
  • Mempermudah pencatatan transaksi karena riwayat pembayaran QRIS tersimpan otomatis di aplikasi.
  • Mendukung profil usaha yang lebih kredibel saat mengajukan pembiayaan atau kemitraan bisnis.

Tips Mengoptimalkan Pembayaran QRIS untuk Bisnis

  • Letakkan kode QRIS di titik yang mudah terlihat pelanggan, seperti meja kasir atau dekat menu.
  • Aktifkan notifikasi transaksi agar setiap pembayaran QRIS dapat langsung dipantau secara real-time.
  • Rutin mencocokkan hasil rekap aplikasi QRIS dengan pembukuan penjualan harian untuk menghindari selisih.
  • Manfaatkan data transaksi QRIS sebagai bahan evaluasi jam ramai dan produk favorit pelanggan.

Untuk pelaku usaha yang ingin pencatatan lebih rapi, artikel lain di accountingplus.id/blog/ juga membahas cara menyusun pembukuan penjualan harian yang bisa dipadukan dengan data transaksi QRIS.

Kesimpulan

Membuat QRIS untuk UMKM kini menjadi langkah yang semakin mudah, murah, dan penting mengingat pertumbuhan pengguna pembayaran QRIS yang terus meningkat setiap tahun. Dengan tarif MDR yang makin ringan mulai Oktober 2026, tidak ada alasan lagi bagi pelaku usaha untuk menunda proses buat QRIS bagi bisnisnya.

FAQ Seputar Membuat QRIS untuk UMKM

Apakah membuat QRIS untuk UMKM berbayar?

Proses pendaftaran atau membuat QRIS umumnya gratis. Biaya baru muncul dalam bentuk MDR (Merchant Discount Rate) yang dipotong dari setiap transaksi pembayaran QRIS yang masuk, dengan tarif bervariasi sesuai kategori merchant.

Berapa lama proses membuat QRIS untuk UMKM?

Proses verifikasi umumnya memakan waktu antara satu hingga beberapa hari kerja, tergantung penyedia jasa pembayaran yang dipilih dan kelengkapan dokumen yang diunggah saat pendaftaran.

Related Post  Cara Mudah Menyusun Laporan Posisi Keuangan untuk UMKM

Apa saja dokumen yang dibutuhkan untuk buat QRIS?

Dokumen dasar yang dibutuhkan meliputi KTP pemilik usaha, nomor rekening atau akun e-wallet, foto lokasi usaha, serta NIB jika diminta oleh penyedia jasa pembayaran yang dipilih.

Berapa biaya MDR pembayaran QRIS untuk usaha mikro?

Mulai 1 Oktober 2026, transaksi pembayaran QRIS hingga Rp500.000 pada kategori Usaha Mikro (UMI) dikenakan MDR 0%, sementara transaksi di atas Rp500.000 dikenakan tarif 0,3%.

Baca Juga: Akuntansi Anggaran: Pengertian, Fungsi, dan Contoh untuk UMKM