
Key Takeaways:
Pengertian modal dalam akuntansi adalah nilai kekayaan bersih yang dimiliki pemilik usaha setelah dikurangi seluruh kewajiban, ditulis dalam persamaan akuntansi dasar Aset = Liabilitas + Modal.Modal terdiri dari beberapa jenis, modal sendiri, modal pinjaman, modal kerja, dan modal investasi, yang masing-masing berperan berbeda dalam menjaga kelangsungan bisnis. Bagi UMKM beromzet menengah ke atas, memahami pengertian modal dalam akuntansi secara tepat membantu pengambilan keputusan pendanaan, pengajuan kredit, dan penyusunan laporan keuangan yang akurat.
Apa Itu Modal dalam Akuntansi?
Pengertian modal dalam akuntansi merujuk pada selisih antara total aset yang dimiliki perusahaan dengan total liabilitas atau kewajibannya. Secara sederhana, modal adalah “hak milik” pemilik usaha atas seluruh kekayaan bisnis setelah dikurangi utang. Istilah ini juga sering disebut ekuitas (equity) dalam standar akuntansi keuangan.
Secara formal, pengertian modal dalam akuntansi tercermin dalam persamaan akuntansi dasar berikut:
Aset = Liabilitas + Modal
Dari persamaan ini, modal dihitung dengan rumus Modal = Aset − Liabilitas. Jika sebuah UMKM memiliki total aset Rp750.000.000 dan total liabilitas Rp280.000.000, maka modal usahanya adalah Rp470.000.000. Angka ini mencerminkan kekayaan bersih yang murni menjadi milik pemilik usaha, bukan pinjaman pihak ketiga. Cara menyusun persamaan ini secara konsisten dapat dipelajari lebih lanjut pada panduan jurnal transaksi dan persamaan akuntansi dasar.
Modal berbeda dengan aset dan berbeda pula dengan kas. Aset adalah seluruh sumber daya yang dikuasai perusahaan, termasuk yang dibiayai utang, sedangkan modal hanya bagian yang murni menjadi hak pemilik.
Mengapa Pengertian Modal dalam Akuntansi Penting bagi UMKM Beromzet Besar?
Bagi UMKM dengan omzet di atas Rp100 juta per bulan, pemahaman modal bukan sekadar teori pembukuan. Struktur permodalan yang jelas menjadi syarat utama saat mengajukan kredit ke bank, menggandeng investor, atau memutuskan ekspansi usaha.
Data menunjukkan besarnya peran sekaligus tantangan permodalan UMKM di Indonesia. Kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) tercatat mencapai 61%, setara Rp9.580 triliun, berdasarkan data BPS dan Kementerian Keuangan (JIMEK, 2025). Meski kontribusinya besar, akses pembiayaan formal masih menjadi kendala, porsi kredit UMKM oleh industri perbankan pada 2023 hanya sekitar 20,55% dari total kredit yang disalurkan, dan hanya naik tipis menjadi 19,68% pada pertengahan 2024 (Kompas.id, 2024).
Untuk merespons kesenjangan ini, Otoritas Jasa Keuangan menerbitkan Peraturan OJK Nomor 19 Tahun 2025 tentang Kemudahan Akses Pembiayaan kepada UMKM, yang mendorong bank dan lembaga keuangan nonbank menyalurkan pembiayaan secara lebih mudah, cepat, dan inklusif. Regulasi semacam ini menegaskan bahwa lembaga keuangan makin memperhatikan kualitas laporan keuangan, termasuk struktur modal, sebelum menyetujui pembiayaan. Karena itu, pengertian modal dalam akuntansi yang dipahami dengan benar akan langsung berdampak pada peluang UMKM mendapatkan pendanaan tambahan.
Jenis-Jenis Modal dalam Akuntansi
Memahami pengertian modal dalam akuntansi tidak lengkap tanpa mengenali jenis-jenisnya. Berikut kategori modal yang umum ditemukan dalam laporan keuangan bisnis:
1. Modal Sendiri (Ekuitas Pemilik)
Modal yang berasal dari setoran pemilik, baik saat pendirian usaha maupun tambahan investasi di kemudian hari, ditambah laba ditahan yang belum dibagikan. Perkembangan modal jenis ini tercatat pada laporan perubahan ekuitas.
2. Modal Pinjaman (Modal Asing)
Modal yang bersumber dari utang, seperti kredit bank, pinjaman investor, atau pembiayaan dari lembaga keuangan nonbank. Modal jenis ini tercatat sebagai kewajiban dalam liabilitas jangka pendek maupun liabilitas jangka panjang, tergantung tenor pembayarannya.
3. Modal Kerja
Dana yang digunakan untuk membiayai operasional sehari-hari, seperti pembelian bahan baku, gaji karyawan, dan biaya operasional lain. Modal kerja dihitung dari selisih aset lancar dan liabilitas lancar, sebagaimana dibahas lengkap pada artikel modal kerja: pengertian, jenis, dan cara hitung.
4. Modal Investasi (Modal Tetap)
Modal yang dialokasikan untuk aset jangka panjang seperti mesin, kendaraan, atau bangunan, dan biasanya tidak langsung berputar dalam siklus operasional harian.
Komponen Modal dalam Laporan Keuangan
Dalam laporan posisi keuangan (neraca), komponen modal umumnya terdiri dari:

Kombinasi keempat komponen ini menentukan saldo akhir modal yang dilaporkan pada laporan posisi keuangan dan laporan perubahan ekuitas setiap akhir periode.
Contoh Perhitungan dan Pencatatan Modal dalam Akuntansi
Untuk memperjelas pengertian modal dalam akuntansi, berikut contoh kasus dari Toko Sejahtera Makmur, usaha dagang dengan omzet Rp150 juta per bulan, dengan data akhir Desember sebagai berikut:

Modal akhir dihitung: Rp430.000.000 + Rp120.000.000 − Rp20.000.000 = Rp530.000.000. Angka ini harus sama dengan hasil Aset − Liabilitas (Rp850.000.000 − Rp320.000.000 = Rp530.000.000). Jika kedua hasil ini tidak sama, ada kesalahan pencatatan yang perlu ditelusuri, langkah pengecekannya bisa dilihat pada contoh laporan keuangan neraca untuk UMKM.
Dari sisi jurnal, penambahan modal dari setoran pemilik dicatat dengan mendebit akun Kas dan mengkredit akun Modal. Sebaliknya, penarikan prive dicatat dengan mendebit akun Prive dan mengkredit akun Kas.
Cara Mencatat Modal dalam Akuntansi Secara Tepat
Agar pengertian modal dalam akuntansi benar-benar diterapkan secara akurat dalam pembukuan, berikut langkah yang bisa diikuti:
- Tetapkan modal awal berdasarkan nilai aset dikurangi liabilitas saat usaha mulai berjalan atau pada awal periode akuntansi.
- Catat setiap setoran atau penarikan modal secara terpisah dari transaksi operasional agar mudah ditelusuri.
- Pisahkan modal kerja dari modal investasi supaya alokasi dana operasional dan aset jangka panjang tidak tercampur.
- Rekonsiliasi modal setiap akhir periode dengan membandingkan hasil neraca dan laporan perubahan ekuitas.
- Gunakan software akuntansi yang mengintegrasikan data laba rugi, neraca, dan perubahan modal secara otomatis, sehingga proses rekonsiliasi manual yang rawan selisih dapat diminimalkan.
Di titik inilah software seperti Accounting+ dapat membantu UMKM beromzet menengah ke atas. Sistem pencatatan yang terintegrasi menarik data transaksi harian langsung ke laporan modal dan neraca, sehingga pemilik usaha tidak perlu menghitung ulang saldo modal secara manual setiap bulan.
Kesimpulan
Pengertian modal dalam akuntansi bukan sekadar definisi teoretis, melainkan fondasi yang menentukan kesehatan finansial dan kelayakan bisnis di mata bank maupun investor. Dengan memahami jenis, komponen, dan cara mencatat modal secara benar, pelaku UMKM beromzet besar dapat mengambil keputusan pendanaan yang lebih terukur sekaligus menjaga kepercayaan mitra usaha.
Jika pencatatan modal usaha Anda masih dilakukan manual dan rawan selisih, saatnya beralih ke sistem yang lebih andal. Accounting+ membantu UMKM mencatat, merekonsiliasi, dan melaporkan struktur modal secara otomatis, mulai dari jurnal transaksi harian hingga laporan perubahan ekuitas yang siap digunakan kapan saja.
Baca Juga: Contoh Akuntansi Biaya: Pengertian, Jenis, dan Fungsi



